Bali, INDONESIA

BESAKIH – THE MOTHER TEMPLE OF BALI

Senang sekali rasanya bisa berkunjung ke Pulau Bali lagi. Pulau yang sangat beragam dan memiliki banyak tempat yang menarik untuk ditawarkan. Kali ini saya berkesempatan untuk mengunjungi Pura Besakih.

Pura Besakih ini merupakan pura terbesar dan paling suci di Bali yang terletak di desa Besakih, kecamatan Rendang, kabupaten Karang Asem. Dibangun pada masa Dinasti Gelgel pada awal abad ke 5 dan selesai di awal abad 11. Nama pura ini berasal dari kata ‘Wasuki’ yang  dalam bahasa Sansekerta artinya adalah keselamatan. Sementara itu, berdasarkan mitologi Samudramanthana, nama ‘Besuki’ juga disebutkan mengacu kepada ‘Naga Besukian’ yang mendiami gunung api utama di Bali yaitu Gunung Agung.

Pura yang sangat megah dan indah ditambah dengan latar belakang Gunung Agung yang berdiri tegak seolah sedang melindungi Pura ini.

Pura Besakih merupakan salah satu anggota dari Sad Kahyangan, yaitu enam pura terkenal dan paling suci di Bali. Selain Pura Besakih, anggota dari Sad Kahyangan ini antara lain ada Pura Uluwatu, Pura Jagat, Pura Batukaru, Pura Lempuyang Luhur, dan Pura Pusering Jagat.

Kesan pertama saya saat melihat Pura Besakih adalah sangat indah seolah kembali di zaman kerajaan.

Ketika saya sampai di gerbang Pura, Ada seorang Ibu-Ibu yang membawa sesaji mendekati saya dan tiba-tiba saja saya diberi bunga di telinga saya. Kemudian saya dimintai uang karena saya sudah diberi bunga. Disinilah saya melihat sebuah pemaksaan.

Banyak sekali turis asing maupun domestik saat tiba pertama kali di Pura Besakih langsung diserbu oleh lokal guide. Pesan saya jika ingin berkeliling Pura Besakih dengan pemandu lokal pertama bertanya dahulu berapa harga yang ditawarkan dan yang yang kedua adalah tawarlah harga tersebut secara wajar. Jika tidak ingin ditemani oleh pemandu bicaralah baik-baik kepada mereka.

FYI, Pada tahun 1963 Gunung Agung yang menjadi latar belakang Pura Besakih pernah meletus yang telah menawaskan sekitar 1500 orang. Tetapi sebuah letusan itu tidak mengenai Pura Besakih. Padahal jarak antara Pura Besakih dengan lereng Gunung Agung hanya 6km saja. Warga lokal menganggap hal tersebut adalah keajaiban yang diberikan oleh para dewa.

Ada beberapa aturan untuk mengunjungi pura ini. Salah satunya, wisatawan wajib menggunakan sarung Bali jika memakai pakaian diatas lutut. Bagi wanita yang sedang haid juga sebaiknya tidak ikut masuk ke dalam lingkungan pura demi menghormati pura sebagai tempat suci. Pengunjung juga dihimbau untuk tidak mengganggu para jemaat yang sedang beribadah dan jangan mengambil gambar apalagi menggunakan cahaya flash karena akan sangat mengganggu konsentrasi para jemaat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s