Bali

WHAT I DID IN BALI

Setelah sampai Pulau Bali saya langsung menuju penginapan, istirahat, mandi dan makan kemudian bersiap memulai mengeksplore Pulau Bali. Nah karena cuaca di Bali panas sekali maka barang yang wajib dibawa adalah sunblock, sunglasses, dan topi. Untuk pakaian gunakanlah kaos dan celana yang nyaman sedangkan untuk alas kaki saya sarankan untuk menggunakan sandal jepit saja. Tetapi jika akan trecking ke Gunung Batur atau Gunung Agung atau berjalan dengan jarak yang cukup jauh pilihlah sepatu atau alas kaki yang nyaman.

Satu lagi, hal yang paling terpenting adalah gunakanlah GPS selama berkeliling Pulau Bali dan saya merekomendasikan Waze, trust me 100% akurat gak bakal nyasar.

Daaann kali ini saya akan bercerita sedikit beberapa tentang pengalaman saya selama di Pulau Dewata. Check this out!

  • Pantai Green Bowl Membuat Kaki Gempor.

Pantai yang terletak di selatan Pulau Dewata ini adalah salah satu pantai yang tersembunyi. Masih sedikit orang yang berkunjung ke sini karena lokasinya cukup jauh dari pusat wisata di Pulau Bali atau belum terkenal seperti pantai Kuta atau Pandawa. Pantai ini terletak di Bali Cliff, Ungasan, Kuta Selatan.

Lokasi pantai ini sangat dekat dengan pantai Pandawa dan pantai Karma Kandara. Untuk mencapai pantai ini memerlukan stamina yang cukup banyak karena harus menuruni 300-400 buah anak tangga. Tetapi jangan khawatir, rasa lelah setelah berjalan akan terbayarkan dengan birunya air laut, putihnya pasir pantai dan kawasan pantai yang masih alami dan bersih. Sebagian besar para wisatawan yang datang ke pantai ini memiliki tujuan untuk berselancar.

Biaya masuknya hanya bayar parkir saja sebesar Rp 5000,00. Untuk Kembali ke atas harus menaiki anak tangga yang lumayan tinggi sehingga perlu energi lebih.

  • Birunya Pantai Pandawa.

Karena pantai Pandawa sangat dekat dengan pantai Green Bowl, jadi saya memutuskan untuk mampir sebentar ke pantai ini. Pesona kecantikannya tak kalah dengan Pantai Green Bowl.

Nama Pantai Pandawa diambil dari nama tokoh pewayangan Panca Pandawa. Oleh karena itu, ketika memasuki kawasan pantai akan disambut dengan patung Pandawa Lima, yaitu : Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Kelima patung tersebut diukir dengan indah dan diletakan di dalam tebing-tebing kapur. Memasuki gerbang atau pintu masuk kawasan pantai akan dibuat terpukau dan takjub dengan pemandangan tebing yang mengapit jalur jalan ke areal pantai. Untuk tiket masuk cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 8.000,00 saja.

  • Berkunjung ke Pantai yang Masih Perawan, Nyang-nyang Beach.

Sebenarnya saya bersama teman-teman saya tidak sengaja menemukan pantai ini. Waktu itu kita akan menuju Pura Uluwatu tetapi diperjalanan ada tulisan “Nyang-Nyang Surfing Beach”. Baru pertama kali saya mendengar nama pantai ini. Alhasil, dari pada penasaran kita mengikuti anak panah menuju pantai Nyang-Nyang. Biaya masuk pantai ini suka rela atau tidak dipatok biaya.

Bisa dibilang Pantai ini termasuk salah satu pantai tersembunyi yang dimiliki oleh Bali. Sekilas cukup sulit untuk menemukan lokasi pantai ini, karena petunjuknya cuma satu. Hanya papan kecil bertuliskan “Nyang-nyang Surfing Beach” yang berada di tepi jalan raya Uluwatu – Pecatu, beberapa kilometer sebelum pintu masuk pura Uluwatu. Tentunya pantai ini seribu persen lebih sepi dari pada Pantai Kuta. Untuk menuju kesana harus  melewati jalan batuan kapur, kemudian di penghujung jalan terdapat sebuah gubuk tua. Perjalananan untuk mencapai bibir pantai hanya baru permulaan karena di depan gubuk tua inilah ada tebing terjal yang harus dituruni untuk mencapai pantai Nyang Nyang.

  • Menikmati sunset di Padang-Padang Beach

16464169_1063172523827902_7481539408487776256_n

Pantai yang menjadi lokasi shooting film Eat, Pray, Love ini harus ada di daftar jika anda akan berkunjung ke Pulau Bali. Tiket masuk pantai ini adalah Rp 10.000,00 Untuk memasuki pantai Padang-Padang kita akan melewati goa kecil dengan beberapa undakan. Disini juga akan kita jumpai pura dan juga beberapa monyet liar. Selain terkenal oleh film yang dibintangi Julia Roberts, pantai ini juga menjadi tuan rumah bagi kompetisi selancar seri dunia yang diadakan rutin setiap tahunnya. Waktu itu saya mengunjungi pantai Padang-Padang di sore hari. Jadi saya menghabiskan sore hari saya di Pantai Padang-Padang sambil menikmati indahnya sunset.

  • Tegalalang Rice Terraces, Lukisan Alam di Ubud

Kita bangun pagi-pagi sekali untuk berkunjung ke tempat yang paling ikonik di Ubud. Kira-kira 1 jam perjalananan ditempuh dari Denpasar. Jaraknya sekitar 10km dari pusat kota Ubud, kira-kira ditempuh selama 15-20 menit. Ubud memang menjadi salah satu tempat favorit dan wajib dikunjungi selama pergi ke Bali. Jika jenuh dengan kesibukan di kota besar maka Ubud dapat menjadi alternatif tempat untuk melepas kepenatan dan mencari sumber inspirasi. Ada banyak cafe dan resto berjejeran di Tegalalang.

Sistem irigasi di Tegallalang yang dikenal dengan nama “subak” ini sudah diakui oleh UNESCO dan ditambahkan ke daftar warisan dunia pada tahun 2012. Cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 5.000,00 saja kita sudah bisa menikmati pemandangan sawah yang indah ini.

  • Ubud Palace, Tempat Tinggal Raja Ubud.

Ubud Palace atau Puri Agung Ubud adalah rumah atau istana bergaya tradisional Bali sebagai tempat kediaman Raja Ubud serta keluarganya yang lokasinya berada di tepi jalan di tengah Kota Ubud, sebuah istana kerajaan yang menjadi center poin kunjungan wisata, karena didalam istana ini kita akan dapat melihat arsitektur Bali yang masih asli.

  • Pasar Seni Ubud

Tempat wisata selanjutnya di Ubud yang wajib didatangi adalah Pasar Ubud. Untuk para wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh tempat ini wajib jadi list tempat belanja . Di Pasar Seni Ubud ini harga nya bisa ditawar. Pasar Ubud atau Pasar Seni Ubud merupakan pasar tradisional yang memiliki lokasi sangat strategis di pusat kota Ubud. Pasar ini terletak di tengah-tengah Ubud, tepatnya di depan Puri Agung Ubud.

  • Pesona Air Terjun Tegenungan

Berlokasi di Kabupaten Giayar, air terjun ini memiliki ketinggian 4m, tetapi debit airnya sangat deras sekali. Dikelilingi oeh pepohonan hijau, kawasan air terjun ini tampak sangat segar sekali. Selain memandang dari bawah, kita juga bisa naik ke tebing di samping air terjun jika ingin melihat lebih dekat lagi. Tetapi harus berhati-hati karena jalannya sangatlah licin. Ditempat ini kita juga bisa berenang didekat air terjun. Juga ada spot buat kita bisa naik ke bagian atas air terjun dan free jump dari dekat tebing disana. Buat yang mau nguji adrenalin bisa dicoba terjun bebas dari atas.

Perjalanan menuju air terjun tidak begitu jauh dan anak tangga yang harus dituruni juga tidak terlalu banyak, tapi begitu jalan mau pulang dari air terjun baru kerasa anak tangganya semakin lama semakin banyak dan sepertinya gak ada ujungnya haha.

  • Pura Tertua di Bali, Lempuyang Temple

Saatnya mengeksplore bagian timur Pulau Bali. Kali ini saya akan berkunjung ke Pura tertua yang terletak di kecamatan Karangasem. Pura Luhur Lempuyang ini merupakan salah satu tempat suci bagi umat Hindu di Bali. Total perjalanan ditempuh selama 2 jam dari Denpasar. Pemandangan di Pura ini sangatlah indah ditambah dengan latar belakang Gunung Agung.

Jika ingin menuju ke Pura paling atas atau puncak maka wisatawan harus menapaki anak tangga sejumlah 1700 buah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s