Bali

Journey To Bali

Siapa yang tidak tau Pulau Bali? Pulau 1001 Pura, Pulau yang mungkin paling terkenal di Indonesia. Sebagian orang berfikir jika liburan ke Pulau Bali pasti membutuhkan banyak uang. Apalagi mahasiswa seperti saya berfikir jika ke Bali pasti membutuhkan uang diatas 1 juta. Tapi apa benar liburan ke Bali semahal itu? Jawabannya tergantung mindset liburan kita. Kalau kita naik pesawat, menginap di hotel berbintang, makan di resto mahal, pasti ya harus menyiapkan budget diatas 1 juta.

Nah kali ini saya ingin bercerita pengalaman saya liburan ke Bali bulan Februari kemarin ala-ala backpacker gitu lah. Yang pasti totalnya tidak sampai 1 juta 🙂

23063099282_a8ebbf5050_b
Suasana malam hari di ruang tunggu stasiun Tawang, Semarang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kamis, 2 Februari jam 22.00 WIB saya sudah sampai di stasiun Tawang Semarang. Saya membeli tiket kereta ekonomi Semarang-Malang dengan harga Rp 109.000,00. Sebenarnya saya akan pergi ke Bromo bersama 4 orang teman saya. Tetapi saya mendapat kabar jika cuaca di Bromo sedang tidak bersahabat, alhasil dengan berat hati perjalanan ini saya tunda terlebih dahulu. Sedih pastinya karena belum bisa melihat golden sunrise yang paling indah di Pulau Jawa. Mungkin next time pasti saya akan ke Bromo, I promise. Karena Plan A gagal, masih ada Plan B yaitu Pulau Bali. Satu orang teman saya tidak ikut jika ke Bali. Tetapi saya tetap berangkat bersama 3 orang teman saya.

Perjalanan Semarang – Malang menempuh waktu kurang lebih 9 jam. Sampai di Malang kira-kira pukul 07.30 WIB. Kami langsung menuju loket untuk membeli tiket tujuan Malang-Banyuwangi dengan harga Rp 62.000,00. Waktu keberangkatan menuju Banyuwangi tertulis pukul 16.05 WIB dan tiba pukul 23.50 WIB. Kami masih mempunyai waktu kira-kira 8 jam untuk berkeliling kota Malang.

Sebenarnya jika kita tinggal di Pulau Jawa ingin pergi ke Bali naik kereta, kita bisa berangkat dari Yogyakarta dari stasiun Lempunyangan langsung menuju ke Banyuwangi. Harga tiket lebih murah yaitu Rp 96.000,00.

IMG_20170322_201136_164[1]
Kampung warna-warni Jodipan
Oke kembali lagi ke cerita saya di Malang. Saya bersama 3 orang teman saya memutuskan untuk mengunjungi kampung warna-warni Jodipan. Jarak dari stasiun tidak begitu jauh kira-kira 500 m. 15 menit ditempuh dengan berjalan kaki. Harga tiket masuk cukup murah, hanya Rp 2.500,00. Kami beristirahat disana sampai pukul 15.00.

IMG_20170203_145936-01[1]
Menunggu kereta tujuan Banyuwangi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IMG_20140810_203903418
Stasiun Banyuwangi

Pukul 16.00 kereta yang kami tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Sampai di banyuwangi pukul 23.50 WIB. Kemudian kami langsung menuju pelabuhan ketapang. Jarak stasiun Banyuwangi ke pelabuhan Ketapang kira-kira 500 m, sekitar 15 menit jalan kaki. Tinggal keluar stasiun jalan lurus sampai jalan raya belok kanan tinggal lurus saja kemudian terlihat tulisan pelabuhan Ketapang. Di luar stasiun banyak orang yang menawarkan ojek atau becak untuk menuju ke pelabuhan. Tetapi karena jarakya cukup dekat, saya lebih memilih jalan kaki saja. Sampai di Pelabuhan langsung beli tiket penyeberangan dengan harga Rp 6.000,00. Tidak usah khawatir tertinggal kapal karena setiap satu jam kapal ferry selalu beroperasi. Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk menempuh waktu sekitar 1 jam. Sampai di Pelabuhan Gilimanuk kira-kira pukul 03.00 WITA, jam di handphone sudah berubah bertambah cepat 1 jam. And Finally, Welcome to Bali 🙂

ketapang
Pelabuhan Ketapang di malam hari

Setelah turun dari kapal jangan lupa untuk menyiapkan KTP karena ada pemeriksaan di pintu keluar pelabuhan. Kemudian lanjut menuju terminal Gilimanuk untuk mecari bus tujuan terminal Ubung, Denpasar. Tarif bus Gilimanuk-terminal Ubung Rp 40.000,00 dan waktu tempuh sampai terminal Ubung sekitar 4 jam. Ada calo juga yang menawarkan tiket dengan harga lebih dari Rp 50.000,00. Pesan saya jangan lupa untuk menawar dan tetap waspada.

Setelah 4 jam perjalanan akhirnya sampai juga di terminal Ubung, Denpasar. Untuk mencari penginapan di Bali, banyak sekali referensi yang bisa digunakan seperti, booking , hostelworldtraveloka , trivago atau cari google atau bisa juga bertanya dengan penduduk setempat. Waktu itu saya mendapatkan penginapan murah di belakang terminal Ubung dengan harga Rp 80.000,00 / kamar untuk 2 orang dengan fasilitas kipas angin, tv, kamar mandi dalam dan springbed.

Langkah selanjutnya adalah mencari transportasi. Karena lalu lintas di Bali cukup padat maka cara terbaik untuk berkeliling Pulau Bali adalah dengan menyewa motor. Rental motor di Bali cukup banyak. Dipinggir jalan atau bisa cari di google kemudian motor yang akan kita sewa akan diantarkan ke tempat kita. Tarif untuk rental motor berkisar Rp 60.000,00-Rp 70.000,00 per hari belum termasuk bensin.

Untuk masalah makan, di Bali cukup banyak warung makan halal yang menjual dengan harga yang cukup murah. Karena saya seorang mahasiswa dengan kantong pas-pasan saya makan di warung makan pinggir jalan. Untuk sekali makan mengeluarkan uang sebesar Rp 10.000,00. Pesan saya jangan ragu untuk bertanya apakah makanan itu halal atau tidak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s